Sabtu, 07 Mei 2016

Berdoa lewat tulisan

Aku : "Ketika kamu merasa seluruh dunia menjauh, di mana tempat ternyamanmu untuk berkeluh kesah?"
Dia : "Kepada tulisan-tulisanku."
Aku : "Loh? Kok kepada tulisan sih? Kenapa nggak berdoa kepada Allah?"
Dia : "Darimana kau tahu kalau aku tidak berdoa. Justru, menulis itu adalah wujud doaku kepada Allah. Ketika menulis, aku sedang mengulang cerita dan mengevaluasi diri. Tak ada yang salah kan? Justru, tulisan ini bukan hanya ku peruntukkan untuk diirku sendiri, aku akan membagikannya sehingga orang lain bisa belajar dari sana."

Jumat, 06 Mei 2016

Kapan kita belajar Bersaudara?

Seorang ibu meminta anak-anaknya memperhatikan apa yang akan dikatakannya. 4 putri cantiknya itu duduk takzim melihat ke arahnya. Lalu ibu mereka berkata...
"Tadi sewaktu sholat Ashar sebenarnya Ummi mau nangis dalam sholat," katanya.
Semuanya terdiam. Anak-anaknya terlebih lagi. Mereka sepakat bertanya di dalam hati; "Ada apa dengan Ummi?"
Lalu sang ibu melanjutkan lagi; "Sebenarnya Ummi bahagia, kita sudah lengkap, kalian sudah pulang semua. Tapi yang membuat hati ini sedih, kenapa kalian tidak berusaha untuk saling menyayangi satu sama lain? Kenapa selalu bertengkar? Saling menyalahkan dan iri-irian. Kenapa? Kalian sudah besar. Mau sampai kapan seperti ini terus? Memang, kalian adalah cerminan Ummi. Tapi, separah ini kah?
4 orang putrinya itu tertunduk, dalam.

Kamis, 05 Mei 2016

Menerima Jamuan dengan penghormatan

Padahal Mala sudah makan di rumah setelah tadi berbuka puasa. Tapi, ketika ia berkunjung ke rumah Suli, ternyata ia sudah menyiapkan makan malam dan sudah sejak tadi menunggu kedatangan Mala. Ketika dipersilahkan makan, Mala langsung makan dengan sangat antusias (dalam porsi kecil) tanpa berkata bahwa sebenarnya ia sudah makan. Sebab ia tidak ingin mengecewakan orang yang sudah berupaya untuknya.

Rabu, 04 Mei 2016

Setiap orang punya kesulitan tersendiri

Bersyukurlah jika kamu termasuk orang yang mudah berhijrah. Namun, jangan mengkerdilkan upaya saudaramu yang ingin berubah menjadi lebih baik hanya karena kamu melihatnya lamban dalam berubah. Sebab, kita tidak pernah benar-benar tau ntah KESULITAN macam apa yang sedang dihadapinya. Sejatinya, setiap karakter memiliki ujiannya sendiri dan setiap orang memiliki kesukarannya sendiri. Boleh jadi ia memang bergerak lambat, tapi boleh jadi tapak kakinya lebih kuat daripada kamu; sebab ia berjalan perlahan sambil memaknai langkah..

Selasa, 03 Mei 2016

Cocokkah karaktermu dengannya?

Aku mendapat pandangan baru tentang kecocokan semacam apa yang perlu kita temukan dengan calon pasangan hidup kita setelah agamanya.
"Kita memang harus memilih jodoh yang baik agamanya. Tapi, sebenarnya tidak ada standar baku dalam menentukan kesholehan seseorang. Setidaknya, ia adalah orang yang melaksanakan hal-hal wajib dalam berislam. Dan selanjutnya, yang harus cocok itu adalah karakter pasangan. Sebab, kita akan hidup bersama karakternya. Soal ibadah, bisa dilaksanakan dalam waktu sekejap baik dengan kesadaran sendiri atau paksaan orang lain. Tapi soal karakter? Itu tidak terbentuk seketika. Butuh waktu sangat lama untuk membentuknya."

Senin, 02 Mei 2016

Menikah adalah cara menikmati masa muda

Aku bertanya kepada seorang teman laki-laki yang sebentar lagi akan mengkhitbah seorang perempuan...
"Kamu nggak merasa menyayangkan kebebasan masa mudamu yang sebentar lagi akan berakhir?" tanyaku. Pertanyaan ini sebenarnya sekaligus untuk menguji keteguhan hatinya.
Lalu ia menjawab; "Sudah cukup sendiriannya. Sekarang, aku ingin berdua. Kalau ditunda, nanti malah aku jadi melalaikan diriku sendiri."
Aku bertanya lagi; "Kamu nggak pengen menikmati masa mudamu lebih lama lagi?"
Ia menjawab; "Menikah itu justru adalah cara menikmati masa muda, menurutku."

Minggu, 01 Mei 2016

Pulang jauh lebih baik bagimu

Aku: "Menurutmu aku pulang kampung saja atau tetap di sini supaya bisa berzikir dengan tenang? Sebab, kalau aku pulang, aku tidak menjamin bisa tetap istiqomah seperti ini"
Dia: "Sudah berapa lama kamu tidak pulang?"
Aku: "Kurang lebih 10 bulan."
Dia: "Jika kepulanganmu kamu yakini membahagiakan kedua orang tuamu, maka pulang jauh lebih baik bagimu."
Aku: "Lalu bagaimana tentang kesulitanku istiqomah?"
Dia: "Justru di sanalah ujian sesungguhnya.."