Selasa, 08 Maret 2016

Ia yang selalu meminta Dinasehati

Secara ilmu, menurutku ia lebih dariku. Secara amal, sepengetahuanku ia pun jauh lebih baik dariku. Tapi ada 1 kebiasaan yang sangat membuatku terkesan di setiap kali perjumpaan dengannya. Sebelum kami berpisah, ia selalu berkata....
"El, tolong nasehati aku..."
Lalu mulailah aku berfikir keras tentang apa saja yang ku tahu dan bermanfaat untuk ku bagikan kepadanya. Dan apapun yang ku katakan, ia selalu mengangguk dan menerimanya. Padahal sepertinya, ia pun sudah tahu hal itu. Bahkan jauh lebih tahu. Beruntung sekali memiliki sahabat seperti dia..

Senin, 07 Maret 2016

Hukum Kepantasan


Pernah ada yang bertanya kepadaku; “El, kenapa nggak suka sama dia? Padahal dia kan termasuk cowok yang ‘lengkap’?”

Ternyata, pertanyaan itu membuatku sadar bahwa yang ku cari itu adalah seseorang yang COCOK denganku; Ibarat jari telunjuk dan jari tengah. Bukan jari Telunjuk dan Jempol. Kalau dia jauh lebih ‘tinggi’ daripada aku, berarti aku yang ZOLIM. Sedangkan kalau dia jauh lebih ‘rendah’ daripada aku, berarti aku yang MERUGI.

Jodoh itu adalah tentang KECOCOKAN; Dialah yang berjalan-BERIRINGAN di samping kita. Bukan yang kita SERET tangannya karena dia tertinggal di belakang kita atau yang kita TARIK tangannya karena dia berjalan mendahului kita. Karena berlakulah Hukum Kepantasan di sana.

Minggu, 06 Maret 2016

Mungkin Allah juga bosan padamu

Seseorang preman mengeluh kepada temannya yang jauh lebih sholeh darinya... "Aku merasa bosan dengan hidup yang begini-begini saja. Hemmm...enaknya ngapain ya supaya nggak bosan gini?"

Temannya pun berkata... "Mungkin Allah juga saat ini sedang bosan padamu."
Ia keheranan dan tentu saja tak mengerti dengan kalimat temannya barusan. Temannya itu melanjutkan lagi bicaranya... "Allah mencarimu di kumpulan hambaNya yang sholat, tapi kamu tidak ada di sana. Allah mencarimu di kumpulan hambaNya yang mengaji, tapi kamu tidak ada di sana. Mungkin Allah juga mencarimu di kumpulan hambaNya yang bertaubat, tapi kamu juga tidak ada. Jangan seperti ini terus donk, kawan! Sekarang, cobalah cari Allah di hatimu," tutupnya.

Sabtu, 05 Maret 2016

Ada Resiko bersama Pengakuan

Seorang teman laki-laki penah curhat kepadaku tentang perasaannya yang sudah sukup ia pendam. Aku lalu menyarankannya untuk menyatakan perasaan itu kepada wanita tersebut. Karena ku fikir, dia sudah cukup mampu untuk menikah saat ini.
“…Ada yang menyarankanku juga sebelum ini. Tapi, aku tetap nggak mau. Karena aku ini adalah orang yang MUSIMAN. Bahkan, aku pun nggak tahu sampai kapan USIA PERASAAN ini, El. Lagi pula, aku pun belum siap untuk menikah dalam waktu dekat. Menurutku, mengaku padanya justru akan membuatnya jadi berharap padaku sementara aku tidak ingin membuatnya menunggu. Bagaimana kalau perasaan ini hilang tiba-tiba, El? Bukankah Perasaan ini adalah MilikNya dan bisa hilang sewaktu-waktu? Ada RESIKO yang menyertai PENGAKUAN; Bisa jadi dia faham dan tetap biasa saja padaku, bisa jadi dia berusaha membalas perasaanku dan bisa jadi dia malah risih dan malah menjauhi Kakak. Apapun alasannya, bagi Kakak, diam tetaplah yang TERBAIK selama kita belum mampu MENIKAH. Aku masih ingin seperti ini dulu untuk sementara waktu."

Jumat, 04 Maret 2016

Aku takut MATI

Hari ini aku berkesempatan bertemu seseorang yang namanya cukup masyhur di kalangan mahasiswa di kampusku. Hanya ada 1 pertanyaan yang sejak lama ingin sekali ku tanyakan kepadanya...
Aku : "Dari mana SUMBER kekuatan terbesarmu selama ini? Kamu adalah seseorang yang seolah-olang tidak punya rasa lelah dalam hari-harimu yang super 'padat' itu. Boleh bagi-bagi inspirasnya donk?" pintaku.
Dia : "Aku takut dengan KEMATIAN, El. Setiap 1 hari yang diberikan oleh Allah, selalu ku jadikan sebagai hari terakhirku di dunia. Sehingga aku selalu MAKSIMAL dan TOTALITAS dalam menjalani hari-hariku. Aku terlalu takut MATI, El. Sehingga setiap harinya adalah PERSIAPAN menujuNya. Jadi, motivasi terbesar hidupku adalah MATIKU, El."
Aku : Terdiam sejuta kata. Mata berkaca-kaca. Hati merendah pada dunia...

Kamis, 03 Maret 2016

Tugasnya untuk Membahagiakan Kita

Aku dan Rini sama-sama menyukai Kucing. Pada suatu hari, tibalah kami pada obrolan konyol tentang Kucing...
Aku : "Kayaknya Kucing adalah satu-satunya binatang di muka bumi ini yang paling PEDULI dengan kebersihan badannya. Setiap sebentar pasti selalu jilatin badannya."
Rini : "Iya yaaa. Meskipun Harimau dan Singa itu sejenis (secara fisik) dengan kucing, tapi kelakuan mereka nggak sama. Lagian lucu juga kalau Harimau dan Singa sibuk 'mandi' kayak kucing. hahaaa."
Aku : "Ku fikir-fikir, kucing ni nggak punya tujuan HIDUP ya Rin! Kerjaannya cuma mandi, makan, main. Udah, itu aja!"
Rini : "Ya itulah tugasnya ada di dunia, El; Untuk MEMBAHAGIAKAN kita."
Aku : (Terharu)

Selasa, 01 Maret 2016

Ngobrol dengan Allah sebelum tidur

"Kamu sedang baca apaan sih?" tanya  seseorang kepada sahabatnya.
"Sedang ngobrol sama Allah sebelum tidur," jawabnya singkat. Lalu melanjutkan komat-kamitnya.
"Ngobrol dengan Allah? Maksudnya?"
"Sebelum tidur, aku selalu membuat PENGAKUAN kepada Allah bahwa aku sudah MEMAAFKAN semua kesalahan orang lain kepadaku dan BERSYUKUR atas hari yang begitu indah ini. Baru deh aku baca doa mau bobok. hehee," jelasnya, polos.
Ia pun langsung memejamkan mata dan memiringkan badannya ke kanan. Sahabatnya masih  terdiam, mengulang-ulang makna penjelasan sahabatnya barusan. Penuh makna dan sangat membekas di hatinya ternyata.