Minggu, 31 Januari 2016

"Bantu aku menyempurnakan Persiapan"

Hari ini aku berguru lagi pada seseorang. Tentang doanya yang tak lazim ku dengar, namun sangat inspiratif. Aku bertekad untuk menerapkannya juga pada doa-doaku setelah ini...

Dia : "El, pernah nggak kamu merasa udah mempersiapakan A sampai Z untuk ujian, tapi soal yang ke luar malah cuma tentang A, B, C?"
Aku : "Pernah! Wahhhh... itu rasanya kesel banget loh! haha."
Dia : "Tapi, aku jarang loh mengalami itu. Rata-rata yang ku persiapkan itu adalah yang diujikan."
Aku : "Serius? Waahhh...hebaaat... Kok bisa se-jitu itu?"
Dia : "Karena aku selalu berdoa seperti ini; 'Ya Allah.... mohon bantulah aku MENYEMPURNAKAN PERSIAPAN. Tunjukkan padaku apa yang esok akan diujikan dan arahkan aku maksimal mempersiapkannya hari ini.' Gituuuuuu. Jadi, kita memohon sama Allah supaya persiapan kita nggak MUBAZIR sementara yang penting-penting malah luput."
Aku : Terdiam sejuta kata. Merenungi doa yang baru ku dengar barusan.

Kita sering lupa melobi Dia yang Maha Tahu. Padahal, hanya dengan bertanya kepadanyalah kita akan semakin mendekati kebenaran. Kita lupa, bahwa kita punya Dia yang Maha Tahu. Padahal kita bisa meminta 'kisi-kisi soal' padaNya.

Sabtu, 30 Januari 2016

Keajaiban harimu, asalnya dari Doamu

Mataku berkaca-kaca, hatiku berdecak kagum, hatiku terharu ketika menyimak curhat seorang
sahabat tentang keyakinannya pada keajaiban doa...

"El, hidupku benar-benar ajaib! Ketika aku lancar mengikuti tes, ujian atau memenangkan kompetisi, itu bukan semata-mata karena aku HEBAT. Kau mau tahu dari mana asalnya semua itu? Dari DOA, El. Kemarin, sebelum ujian skripsi, aku pernah merapikan ruangan ujian sendirian karena teman-teman nggak ada yang nongol satu pun. Saat itu aku berdoa; 'Ya Allah.... aku ikhlas membersihkan ruangan ini sendirian. Atas kemurahan hatiku ini, mohon mudahkanlah proses ujianku esok ya Allah. Aku nggak tahu apa hubungannya keikhlasan beresin ruangan ini dengan kelancaran ujian besok, tapi aku yakin Engkau pasti tahu di mana letak hubungannya karena Engkaulah dzat yang Maha Menyatukan.' Terus, sewaktu aku ngasih makan kucing di kosan, aku pun berdoa; 'Ya Allah, atas kemurahan hatiku ini, tolong lancarkan ujianku esok ya Allah meskipun aku nggak tahu apa hubungannya.' Doa-doa sejenis itulah yang selalu ku ulang-ulang menjelang hari H, El. Aku yakin keajaiban hari-hariku asalnya dari sana," jelasnya.

Jumat, 29 Januari 2016

Kapan seseorang mulai menjadi jahat?

Seseorang pernah menasehatiku begini...
Dia : "El, mengalahlah untuk meminta maaf terlebih dulu padanya. Nggak ada ruginya kan minta maaf duluan?"
Aku : "Nggak ah! Bukan aku yang bersalah kok! Ngapain aku harus minta maaf sama dia?"
Dia : (Terdiam sejenak. Sedang mencari cara untuk menjawab) "El tahu nggak kapan seseorang mulai menjadi jahat?"
Aku : "Seseorang dikatakan jahat kalau dia menyakiti orang lain. Dan si anu itu udah menyakitiku, maka dia yang harusnya minta maaf sama aku!" (dengan nada angkuh)
Dia : "Bukan El! Seseorang mulai menjadi JAHAT ketika dia mulai merasa dirinya BAIK."
Aku : Terbungkam sejuta bahasa.

Kamis, 28 Januari 2016

Setia pada satu wanita

Aku memang tidak ingin dipoligami! Tidak ingin. Kecuali jika aku telah tiada dan suamiku nanti
ingin menikah lagi, terserahlah! Meskipun aku belum menikah, tapi aku sudah sering merancang kehidupan pernikahanku nanti akan seperti apa. Dan... hari ini, aku ingin sekali bertanya kepada seorang ibunda yang kabarnya nyaris dimadu oleh suaminya.

Aku : "Bu... apa yang membuat Bapak akhirnya batal poligami?"
Beliau : (Ia tertawa kecil, mungkin ada sesuatu yang diingatnya) "Sejak sebelum menikah dulu, Ibu memang sudah mengajukan syarat kepada Bapak bahwa Ibu tidak ingin dimadu dengan alasan apa pun. Kecuali kalau ternyata Ibu ditakdirkan 'berpulang' lebih dulu darinya dan ia memutuskan menikah lagi."
Aku : (Wah! Berarti prinspipnya sama sepertiku) "Lalu? Kenapa Bapak sekarang mau poligami Bu?"
Beliau : "Yahhh... itulah Naaakkk... yang Ibu tidak habis fikir. Padahal usia pernikahan kami sudah kepala 3."
Aku : "Lalu, kalimat macam apa yang Ibu katakan padanya sehingga niatnya berubah, Bu?" (aku semakin tak sabar)
Beliau : "Ibu hanya berkata; 'Setia pada 1 wanita tidak membuatmu jauh dari Syurga, Pak!'. Hanya itu Nak. Ibu pun tidak menyangka kalau kalimat itu demikian manjur. hehhee." (Ia tertawa lagi, tapi kali ini jauh lebih renyah dan bahagia).

Rabu, 27 Januari 2016

Allah ingin kita Belajar

Ketika aku mengeluhkan keadaan, seseorang pernah menasehatiku seperti ini...
"El, jangan mengeluh! Allah selalu punya maksud baik di setiap cobaan."
Lalu ku jawab... "Di mana letak maksud baikNya kalau aku jadi sulit seperti ini?"
Dia pun menjelaskan bahwa tujuan Allah menimpakan suatu cobaan pada hambaNya tidak lain dan tidak bukan hanya agar kita BELAJAR. Bukan Allah tidak mampu merubah keadaan dengan Kun Faya Kun-Nya, tapi Allah ingin kita belajar dari semua kejadian. Kalau tidak dengan cara seperti ini, bagaimana mungkin kita belajar?

Selasa, 26 Januari 2016

Mengejar yang besar, yang kecil pun akan terbawa

Dia : "Loh? Nggak jadi bimbingan SKRIPSI sama dosen El?"
Aku : "Nggak hari ini deh! Mendadak nggak mood. Lagi malas gerak nih!"
Dia : "Emang El sedang ngerjain apa sih?"
Aku : "Ohhh... ini, aku sedang nulis puisi untuk ulang tahun temanku. hehe."
Dia : "Itu kan bisa nanti aja ngerjainnya, El. SKRIPSImu jauh lebih penting daripada ucapan itu. Gini loh El konsepnya; Kalau kita mengejar hal besar, maka yang kecil pun akan terselesaikan. Tapi, kalau kita hanya memikirkan hal kecil, maka hal besar itu tidak akan tersentuh sama sekali."

Senin, 25 Januari 2016

Perbaikilah hal 'terkecil'mu

Seharusnya aku bisa tepat waktu ke kampus dan tepat waktu bertemu dosenku. Tapi, nasi sudah down sekarang. Disebelahku, dia berkata lembut...
menjadi bubur. Aku gagal mendaftar untuk Sidang SKRIPSI bulan ini karena aku terlambat 5 menit menyelesaikan semuanya. Aku jadi benar-benar
"El... kita harus menyelesaikan hal-hal terkecil dalam diri kita. Kalau kita mampu memperbaiki yang kecil, maka yang besar pun akan pantas bagi kita."