Hari ini aku diajarkan tentang sebuah rasa percaya. Ternyata untuk sekedar percaya pun itu bukan sesuatu yang mudah. Percaya, pada level tertingginya akan berwujud IMAN. Untuk membuktikan iman yang ada di hati kita, Allah sering kali menggulirkan ujian demi ujian. Supaya kita terus mampu mengukur dan memilihara iman; masih percayakah kita pada seluruhNya?
Senin, 31 Oktober 2016
Minggu, 30 Oktober 2016
Jangan ada Pembiaran diantara kita
Seorang istri berkata suaminya..
"Akang... aku berharap kita tetap seperti hari ini untuk selamanya. Tetaplah selembut ini kepadaku Kang. Dan aku minta padamu, jika kamu mendapati ada hal yang berubah dari diriku, tolong buru-buru nasehati aku yaaa. Jangan ada pembiaran di antara kita hingga pembiaran itu nantinya menjadi KARAKTER lalu tiba-tiba akhirnya kita merasa asing dengan pasangan kita sendiri."
"Akang... aku berharap kita tetap seperti hari ini untuk selamanya. Tetaplah selembut ini kepadaku Kang. Dan aku minta padamu, jika kamu mendapati ada hal yang berubah dari diriku, tolong buru-buru nasehati aku yaaa. Jangan ada pembiaran di antara kita hingga pembiaran itu nantinya menjadi KARAKTER lalu tiba-tiba akhirnya kita merasa asing dengan pasangan kita sendiri."
Sabtu, 29 Oktober 2016
Setiap orang bisa menjadi Keramat
Dalam obrolan ringan di sebuah sore yang indah...
"Aku baru menyadari sesuatu. Ternyata, setiap orang bisa menjadi sosok yang Keramat. Kamu pasti heran, bagaimana caranya kan? Ini bukan tentang ilmu hitam tentunya! Ini tentang peran yang kita ambil dan emban. Misalnya seorang perempuan. Ia akan menjadi sosok yang sangat keramat setelah menjadi seorang Ibu. Tak peduli bagaimana pun buruk masa lalunya, Allah tetap memerintahkan anaknya berbakti kepadanya tanpa tapi. Kecuali jika ibunya mengajaknya menyekutukan Allah. Menolak ajakan tersebut harus tetap dengan cara yang baik. Demikian juga halnya jika seorang laki-laki telah menjadi seorang Ayah. Doa ayah dan ibu adalah doa yang tetap akan didengar oleh Allah tanpa sekat. Masya Allah! Emmmm...setujukah kamu dengan analisaku ini?" tanya perempuan ini. Yang ditanya hanya mengangguk. Sebab penjelasannya itu nyaris sempurna untuk disetujui.
"Aku baru menyadari sesuatu. Ternyata, setiap orang bisa menjadi sosok yang Keramat. Kamu pasti heran, bagaimana caranya kan? Ini bukan tentang ilmu hitam tentunya! Ini tentang peran yang kita ambil dan emban. Misalnya seorang perempuan. Ia akan menjadi sosok yang sangat keramat setelah menjadi seorang Ibu. Tak peduli bagaimana pun buruk masa lalunya, Allah tetap memerintahkan anaknya berbakti kepadanya tanpa tapi. Kecuali jika ibunya mengajaknya menyekutukan Allah. Menolak ajakan tersebut harus tetap dengan cara yang baik. Demikian juga halnya jika seorang laki-laki telah menjadi seorang Ayah. Doa ayah dan ibu adalah doa yang tetap akan didengar oleh Allah tanpa sekat. Masya Allah! Emmmm...setujukah kamu dengan analisaku ini?" tanya perempuan ini. Yang ditanya hanya mengangguk. Sebab penjelasannya itu nyaris sempurna untuk disetujui.
Jumat, 28 Oktober 2016
Kalau hanya orang baik saja yang boleh bicara baik
Aku baru saja menyaksikan sesuatu yang munkar di hadapan mataku. Tapi, setelah hati terusik untuk memberikan nasehat, nyatanya aku hanya kembali diam. Seseorang yang rupanya memperhatikan kegelisahanku, menegurku...
"Kenapa batal memberikan nasehat?" tanyanya.
"Aku belum tentu lebih baik dari dia. Aku masih banyak dosa."
Orang itu tersenyum dan berkata; "Jika orang harus terlebih dulu menjadi baik baru boleh berkata baik, maka nasehat itu akan selamanya tertahan di persembunyiannya. Dan, sayang sekali kalau ternyata umur kita tak sepanjang penundaan kita."
"Kenapa batal memberikan nasehat?" tanyanya.
"Aku belum tentu lebih baik dari dia. Aku masih banyak dosa."
Orang itu tersenyum dan berkata; "Jika orang harus terlebih dulu menjadi baik baru boleh berkata baik, maka nasehat itu akan selamanya tertahan di persembunyiannya. Dan, sayang sekali kalau ternyata umur kita tak sepanjang penundaan kita."
Kamis, 27 Oktober 2016
Laki-laki hebat yang lembut kepada Ibunya
Sosok laki-laki yang nyaris sempurna seperti dirinya ku fikir akan lebih memilih untuk tinggal di kota ini. Kota yang telah menjadi saksi dirinya yang dulu bukan siapa-siapa hingga seperti sekarang ini. Tapi apa katanya? Ia bilang, ia justru memilih untuk segera pulang kampung untuk merawat kedua orang tuanya yang sudah renta. Ia sama sekali tak merasa sayang untuk meninggalkan hingar bingar kota dan seluruh pesona yang ditawarkannya. Ia lebih memilih untuk hidup bersahaya dan menggenggam 1 tiketnya ke syurga; Bakti kepada orang tuanya.
Rabu, 26 Oktober 2016
Keikhlasan itu perlu dipaksa
Hari ini aku keberatan ketika aku diajak untuk mengikuti kegiatan volunteering, tapi mengharapkan uang transport dari kegiatan tersebut. Menurutku, kalau mau beramal ya harus ikhlas, jangan mengharapkan imbalan, sekalipun hanya uang transport.
"Pernah dengar nggak bahwa keikhlasan itu kadang perlu dipaksa terlebih dulu? Awalnya mungkin terpaksa, tapi lama kelamaan pasti akan terbiasa. Nanti, belajarlah seiring waktu kalau yang saat ini menurutmu belum ikhlas namanya."
"Pernah dengar nggak bahwa keikhlasan itu kadang perlu dipaksa terlebih dulu? Awalnya mungkin terpaksa, tapi lama kelamaan pasti akan terbiasa. Nanti, belajarlah seiring waktu kalau yang saat ini menurutmu belum ikhlas namanya."
Selasa, 25 Oktober 2016
2 Nasehat Rosulullah tentang kemudahan rezeki
Barangkali, ini juga adalah solusi bagi semua kesempitan hidup yang kita rasakan..
Langganan:
Postingan (Atom)